Pages

Kamis, 20 Oktober 2011

Sistem Informasi Pemasaran

A. Sistem Informasi Pemasaran

Sistem Informasi Pemasaran merupakan sistem informasi yang menyediakan informasi untuk memecahkan masalah pemasaran perusahaan.
Pemasaran adalah kegiatan perorangan dan organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan, pendistribusian, promosi dan penentuan harga barang, jasa dan gagasan.

Gambaran tentang pemasaran secara luas juga dapat diketahui dari definisi yang dikemukakan oleh William J. Stanton berikut ini : “Pemasaran adalah system keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.”

• Tugas manajer pemasaran yaitu memilih dan melaksanakan kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan perusahaan. Pengertian manajemen Pemasaran itu sendiri merupakan analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian atas program yang di rancang untuk menciptakan, membentuk, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran (Target Buyer) dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan organisasinya. Manajemen pemasaran berusaha untuk mempengaruhi tingkat pemilihan waktu dan sifat permintaan sedemikian rupa.

Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran (marketing concept) merupakan falsafah perusahaan yang menyatakan bahwa pemasaran keinginan pembeli adalah syarat utama bagi kelangsungan hidup perusahaan. Segala kegiatan perusahaan di bidang produksi, teknik, keuangan dan pemasaran diarahkan pada usaha untuk mengetahui keinginan pembeli dan kemudian memuaskan keinginan tersebut dengan mendapatkan laba. Jadi, bagian pemasaran mempunyai peranan aktif sejak dimulainya proses prosuksi. Semua kegiatan perusahaan untuk menghasilkan dan menual barang didasarkan pada masalah pemasaran.
“Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisinis yang menyatakan bahwa pemuasan kebuuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.”
Dasar pemikiran yang terkandung di dalam Konsep Pemasaran yaitu :
a. Pemuasan keinginan kelompok pembeli tertentu adalah menjadi tugas perusahaan.
b. Untuk itulah di perlukan program riset pemasaran, agar dapat di ketahui pola keinginan pembeli.
c. Semua kegiatan untuk mempengaruhi pembeli harus di temptkan di bawah control pemasaran yang terintegrasi.
d. Kepuasan konsumen akan dapat menimbulkan loyalitas dan kesan baik dari konsumen.

Prinsip pemasaran
Bauran pemasaran adalah strategi pemasaran yang terdiri dari gabungan unsure 4P:
1. Product
Menyediakan informasi mengenai produk yang dihasilkan
2. Promotion
Menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan dan penjualan langsung
3. Plece
menyediakan informasi tentang jaringan distribusi
4. Price
Menyediakan informasi yang membantu manjer dalam membuat keputusan harga

Kelompok Informasi Pemasaran
1. Informasi Produk
Menyangkut produk yang dijual dan produk-produk competitor
2. Informasi Promosi
Menyangkut cara, media dan waktu promosi yang dilakukan
3. Informasi tempat
Menyangkut loksi atau tempat menjual produk
4. Informasi harga
Menyangkut harga produk, termasuk harga dari competiton

Penelitian Pemasaran
Melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran untuk tujuan mempelajari kebutuhan konsumen dan meningkatkan efisiensi pemasaran
Data yang akan dikumpulkan untuk penelitian pemasaran
1. Data Primer: data yang dikumpulkan oleh pihak perusahaan
Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data primer :
a. Survey
b. Wawancara mendalam
c. Pengamatan
d. Pengujian terkendali
2. Data sekunder : data yang dikumpulkan oleh pihak lain
Cara yang digunakan untuk mengumpulkan data sekunder adalah dengan mencarinya di surat kabar, majalah, buku atau internet

• Bagian dari Sistem Informasi Pemasaran
- Riset Pemasaran (Marketing Research)
Mengumpulkan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis semua data pelanggan dan calon pelanggan
- Informasi Pemasaran (Marketing Intelligence)
Berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisi semua data perusahaan pesaing yang memiliki hubungan dengan penjualan barang dan jasa dari produsen ke konsumen
- Pemrosesan transaksin
Sistem informasi akuntansi yangberhubungan dengan penjualan
- Peramalan Penjumlahan (sales Forecasting)
Berguan untuk melaksanakan peramalan penjualan.

Strategi pemasaran
Strategi pemasaran terdiri dari campuran unsur-unsur yang dinamakan bauran pemasaran semua itu dikenal dengan 4P yaitu:
 Produk apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya
 Promosi berhubungan dengan semua cara yang mendorong penjualan
 Place berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui slauran distribusi
 Price terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan

Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
 Pendekatan serba fungsi (functional approach)
 Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
 Pendekatan serba barang (commodity approach)
 Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
 Pendekatan serba sistem (total system approach)

Alat-Alat Promosi Pemasaran
• Poster dan Leaflet
• Ceramah
• Pameran
• Paket Audio Visual
• Lomba

B. Komponen Sistem Informasi pemasaran
Sistem informasi pemasaran mempunyai komponen yang sama dengan sistem informasi secara umum, yaitu komponen-komponen input, model, output, basis data, teknologi dan kontrol. Perbedaan komponen-komponen ini antar sistem-sistem informasi lainnya adalah konteks letak dari sistem informasinya. Misalnya untuk Sistem informasi pemasaran ini, maka komponen inputnya adalah input tentang data pemasaran dan outputnya adalah laporan-laporan berisi informasi pemasaran.

Komponen Input Pemasaran
Sistem informasi pemasaran mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. Subsistem intelejen pemasaran mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran. Subsistem peneliti pemasaran menlakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran.
Komponen Model Pemasaran
Model digunakan untuk menghasilkan informasi yang relevan yang sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model merupakan cetakan yang merubah bentuk input menjadi output. Model di sistem informasi pemasaran banyak digunakan untuk menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, strategi penentuan harga produk, evaluasi produk baru, pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama,penunjukan salesman, penentuan rute pengiriman yang paling optimal, pemilihan media iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan kredit.
Komponen Basis Data Pemasaran
Data yang digunakan oleh Subsistem out put berasal dari data base. Beberapa data dalam data base adalah unik bagi fungsi pemasaran, tapi banyak yang berbagi dengan area fungsional lain.
Komponen Output Pemasaran
Tiap Subsistem out put menyediakan informasi tentang Subsistem itu sebagai bagian dari bauran Subsistem produk menyediakan informasi tentang produk perusahaan. Subsistem promosi menyediakan informasi tentang kegiatan periklana perusahaan dan penjualan langsung. Subsistem harga membantu manajer untuk membuat keputusan harga.

C. Subsistem Sistem Informasi Pemasaran
1) Subsistem Penelitian Pemasaran (Riset Pemasaran)
Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan dan calon pelanggan. Manajer pemasaran dapat mengunakan penelitian pemasaran untuk mengumpulkan segala jenis informasi tetapi sebagian besar kegiatan ditujukan pada pelanggan dan calon pelanggan : Data primer dan sekunder.
 Data primer adalah data yang dikumpulkan perusahaan. Sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data primer adalah wawancara mendalam, pengamatan dan pengujian terkendali.
 Beberapa data skunder harus dibeli dan sering tersedia dalam bentuk pita magnetik atau disket untuk memudahkan pemasukan kedalam CBIS data sekunder yang lain seperti tersedia diperpustakan.
2) Subsistem Intelijen Pemasaran Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemsaran yang memliki tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing. Seperti area fungsional lainnya, pemasran juga memiliki tanggung jawab pada pemerintah dan komunitas global.
3) Subsistem Produk, berguna untuk membuat rencana produk baru.
a) Siklus hidup produk
Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dan taktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaraan dan kemudian mengintegrasikan menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh. Suatu kerangka kerja yang disebut siklus hidup produk mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya siklus hidup produk.
b) Model evaluasi produk baru
Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif. Perusahaan yang memperkenalkan banyak produk baru mengembangkan suatu prosedur formal yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti potensi tingkat keuntungan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
4) Subsistem Tempat
Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yg dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaanya.
5) Subsistem Promosi berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
6) Subsistem Harga
Subsistem harga berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.
• Penetuan harga berdasarkan biaya
Beberapa poerusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya mereka dan menambahkan markup yang diinginkan. Jika perusahaan memilki SIA yang baik, tersedia data biaya yang akurat mambuat tugas Subsistem harga menjadi mudah untuk mendukung penentuan harga berdasarkan biaya.
• Penentuan harga berdasarkan permintaan
Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasrakan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar