Kepemimpinan itu sangatlah penting khususnya dalam berorganisasi. Jika dalam organisasi tidak ada pemimpin tentunya organisasi tersebut akan berantakan, karena seorang pemimpin merupakan panutan bagi anggota kelompoknya. Dalam kehidupan sehari-hari, orang kerap kali mengartikan dengan makna yang sama antara pemimpin dan kepemimpinan. Namun ternyata hal ini berbeda. Pemimpin itu merupakan orang yang memimpin, kepemimpinan itu merupakan sifat yang di miliki oleh seorang pemimpin yang dimana memiliki kemampuan untuk menghandle orang lain dalam suatu kelompok untuk mendapat hasil maksimal. Semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin maka semakin tinggi pula citra yang di timbulkan dalam suatu organisasi, dan sebaliknya. Kesejahteraan suatu organisasi sangat di tentukan oleh para pemimpinya.
Isue yang terjadi adalah kepemimpinan kepala pelatih Tim Nas senior Indonesia, karena pada saat di konfresi pers, sang pelatih berkata bahwa Tim Nas Indonesia belum pantas berlaga di tingkat Internasional, sehingga menyebabkan kekalahan saat menjamu lawan di kandang sendiri. Hal ini menyebabkan ketersingungan bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya para Tim Nas merasa tidak di hargai, dan para TimNas memilih untuk berkonsultasi dengan pelatih TIm Nas yang sebelumnya sempat sukses membawa Indonesia menjadi runnr up di ajang AFF , sehingga mengakibatkan perpecahan di kubu Tim Nas sendiri. Dengan kata lain kepemimpinan dalam Tim Nas harus di perbaiki agar tidak merugikan Tim Nas senior dan Pro-kontra yang terjadi dalam kubu Tim Nas sendiri. Jangan sampai hal ini berdampak buruk bagi persepakbolaan di Indonesia yang sedang mencoba bangkit menjadi pemenang.
Minggu, 30 Oktober 2011
Sabtu, 29 Oktober 2011
Minggu, 23 Oktober 2011
Melayani Tuhan
Saya mau berbagi cerita khususnya kepada Kaum Muda Rohani next generation.
Pada minggu, tanggal 23 Oktober 2011 kemarin di gereja saya tepatnya di GSJA Batu Karang di adakan Acara KKR anak muda yang di selenggarakan oleh Harel Youth Ministry.
Para Tim Harel Melayani dengan hati untuk kaum muda, seperti melayani untuk Tuhan, Melayani tanpa berharap balasan dari sesama, hanya berharap Tuhan mau melihat kesungguhan hati kita. Para Tim Harel bukannya pertama kali datang ke gereja kami. Pada tahun 2006 lalu, mereka sudah pernah datang dan mengadakan seminar "Kencan Euy"
Banyak jiwa yang di pulihkan saat tahun 2006 lalu, Pada hari minggu kemarin para tim Harel datang kembali dengan membawakan tema "ExtraOrdinary Generation" yang dimana Generasi anak-anak muda harus memiliki semangat dalam melayani Tuhan. Layani Tuhan dengan segenap hati seperti halnya Raja Daud sebelum ia menjadi raja ia merupakan anak yang di buang oleh orang tuanya. Namun daud tetap mau melayani Tuhan dan Tuhan melihat kesetiaan Daud dan akhirnya Daud pun menjadi Raja. Demikian juga dengan kita jika kita mau melayani Tuhan percayalah Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita pada Indah Waktunya. Tuhan Memberkati.
Sabtu, 22 Oktober 2011
Cerita Tentang Keadilan
Ketika saya masih kecil, orang tua selalu membawa saya ke gereja pada hari Minggu untuk beribadah. Walau pun saya masih pemalu, saya di tinggal untuk mengikuti sekolah Minggu atau ibadah untuk anak – anak dan orang tua saya mengikuti ibadah umum. Pada saat itu saya mendengarkan seorang kakak pembina sekolah Minggu sedang bercerita tentang hikmat raja Salomo yang menjadikannya raja yang bijaksana dan adil. Kalau tidak salah tema cerita ini adalah keadilan seorang raja dengan hikmat dari Tuhan. Beginilah ceritanya, pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya. Salah seorang dari mereka berkata, "Paduka Yang Mulia, saya dengan wanita ini tinggal serumah. Tidak ada orang lain yang tinggal bersama kami. Beberapa waktu yang lalu, saya melahirkan seorang anak laki-laki. Dua hari kemudian wanita ini pun melahirkan seorang anak laki-laki pula. Pada suatu malam ketika kami sedang tidur, wanita ini tanpa sengaja menindih bayinya sampai mati. Tengah malam sementara saya tidur, ia bangun lalu mengambil bayi saya dari sisi saya. Bayi saya itu ditaruhnya di tempat tidurnya, dan bayinya yang sudah mati itu ditaruhnya di tempat tidur saya. Besok paginya, ketika saya bangun dan hendak menyusui bayi saya itu, saya dapati ia telah mati. Setelah saya mengamat-amatinya, nyatalah ia bukan bayi saya." "Bohong!" kata wanita yang lain itu, "Yang hidup ini bayiku, yang mati itu bayimu!" "Tidak!" jawab wanita yang pertama itu. "Yang mati ini bayimu, yang hidup itu bayiku!" Begitulah mereka bertengkar di depan raja. Lalu kata Raja Salomo, "Kamu masing-masing mengaku bahwa bayi yang hidup ini anakmu dan bukan yang mati itu." Setelah berkata demikian raja menyuruh orang mengambil pedang. Kemudian raja memerintahkan, "Potonglah bayi yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah satu potong kepada masing-masing wanita itu." Mendengar perintah itu, ibu yang sebenarnya dari anak itu berkata, "Ampun, Baginda, jangan bunuh anak itu. Berikan saja kepada dia." Ibu itu berkata begitu karena ia sangat mencintai anaknya. Tetapi wanita yang lain itu berkata, "Ya, potong saja, biar tak seorang pun dari kami yang mendapatnya!" Maka berkatalah Salomo, "Jangan bunuh bayi itu! Serahkan kepada wanita yang pertama itu--dialah ibunya." Ketika bangsa Israel mendengar tentang keputusan Salomo dalam perkara tersebut, mereka merasa kagum dan hormat kepadanya. Sebab, nyatalah bahwa Allah telah memberikan kepadanya hikmat untuk berlaku adil. Begitulah pengalaman saya mendengarkan sebuah kisah tentang keadilan sewaktu kecil.
Langganan:
Postingan (Atom)

